Istana Dhuafa Menuju Pusat Pendidikan Muamalat.

Para pemuda Muslim di Koja merintis sebuah pusat pendidikan muamalat bagi anak-anak Indonesia. Mereka menyebutnya sebagai Istana Dhuafa.

Di Gang V, Koja, Jakarta Utara, sekitar 500 m dari Jakarta Islamic Center yang megah, terdapat sebuah rumah yang sederhana. Tetapi, oleh para pemuda Muslim setempat yang bernaung di bawah Yayasan Lembaga Keluarga Indonesia, rumah itu disulap menjadi sebuah "istana". Istana Dhuafa namanya. Seluruh dindingnya yang semula agak lusuh kini tampak meriah, berwarna warni, berhiaskan gambar-gambar yang menyiratkan keceriaan dan semangat. Di salah satu dindingnya tertulis "Untuk Anak Indonesia".

Di bawah kepemimpinan Mas Prayudha, sore itu lebih dari 25 anak muda berkumpul, putra dan putri, para pengelola dan aktivis di LKI menyambut kedatangan rombongan dari Cilincing. Ada Pak Zaim Saidi dari WIN, Pak Nurman Kholis yang sehari-harinya bekerja sebagai peneliti di Litbang Lektur Depag, ada juga yang dari Jogya khusus menghadiri acara silaturahmi tersebut.

Istana Dhuafa sendiri memang dimaksudkan sebagai pusat pembelajaran bagi anak-anak usia sekolah maupun pra sekolah. Maka, meski tak terlalu besar, di Istana Dhuafa juga terdapat sebuah perpustakaan, bahkan sebuah "workshop" mini, tempat para remaja belajar berproduksi dan berdagang. Ada sabun, ada permen coklat, ada kacang goreng, sampai kripik singkong. Mereka juga mengelola kegiatan usaha "antar jemput" dan warung kopi.

Melalui amal nyata itulah mereka belajar dan mengajarkan muamalat. Dalam bertransaksi pun sebisa mungkin mereka selalu menggunakan koin Dirham perak. Kepada hadirin sore itu, Pak Zaim Saidi, menyampaikan bahwa saat ini sedang dipersiapkan sebuah buku komik pengajaran muamalat untuk anak-anak.

"Saya berharap di Istana Dhuafa inilah nanti pusat pembelajaran mumalat untuk anak-anak itu berlangsung," katanya. Dari Koja ia berharap muncul "istana-istana dhuafa" lain di seluruh negeri, mengajarkan muamalat pada generasi mendatang, melalui amal nyata.

Diskusi sore itu pun berlangsung intensif, sampai waktu salat asar tiba.

Sumber : Wakala Induk Nusantara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar